Dana Pilkada Tahun 2017 Mendagri dan Ketua KPU Memastikan Terpenuhi
Unknown
Pilihan-pilkada - Tjahjo Kumolo sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada pelaksanaan Pilkada tahun 2017 memastikan untuk dananya dapat terpenuhi. Namun, masih terdapat dari beberapa daerah mempunyai masalah. Tjahjo di Jakarta kemarin telah mengatakan bahwa beberapa di daerah masih terdapat yang belum terkejar, seperti di Membramo, Papua Barat dan KPI di Aceh Timur yang masih belum tuntas.
Namun demikian Tjahjo tetap berkeyakinan untuk pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2017 dapat berjalan dengan sukses. Karena, dana untuk digelarnya Pilkada Serentak tahun 2017 masing-masing daerah telah memiliki.
Juri Ardiantoro selaku ketua KPU telah memastikan pula, untuk semua anggaran pelaksanaan dalam Pilkada serentak tahun 2017 telah siap untuk digunakan. Alhamdulillah untuk pemenuhan anggaran KPU, Provinsi serta kabupaten yang turut serta dalam Pilkada serentak tahun 2017 telah disiapkan oleh pemerintah 100 persen. Bahkan dananya sudah ada yang digunakan serta telah ditandatangani, Ungkapnya.
Namun ada sedikit gangguan pada dua kabupaten Sarmi, Papua serta Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah waktu kemarin. Bukan dikarenakan anggaran tidak ada, tetapi ada permasalahan internal yang baru bisa dicairkan. Namun, secara keseluruhan dalam anggaran di Wilayah Indonesia sudah terpenuhi, ujar Juri.
Intinya kurang lebih untuk anggaran yang dibutuhkan dalam Pilgub DKI Jakarta di atas Rp 400 miliar, anggaran sebesar itu untuk asumsi enam pasangan calon. Bila nanti kurang dari enam pasangan calon maka akan dikurangi yang telah ada. Tegas Juri yang harus mengecek kembali dalam berapa jumlah pengeluaran dana total yang tidak semuanya dia hafal. Sumber nusantara.rmol.co
04:48
PILKADA
,
Pilkada Daerah
Versi KPU untuk Jadwal Pilkada 2017
Unknown
Pilihan-pilkada - Pesta demokrasi dalam pencoblosan memilih pemimpin yang sesuai harapan masyarakat akan digelar kembali yakni tangga 3 sampai 10 Maret 2017. Pemerintah dengan melalui Kementrian Dalam Negeri berkeyakinan digelarnya Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) serentak tahun 2017 dapat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Berikut Versi KPU untuk Jadwal Pilkada 2017
- 3 Agustus-7 Agustus 2016, merupakan Penyerahan Syarat Dukungan Perseorangan.
- 19 September-21 September 2016, merupakan Pendaftaran Calon.
- 19 September-9 Oktober 2016, merupakan Verifikasi Calon.
- 22 Oktober 2016, merupakan Penetapan Calon.
- 23 Oktober 2016, merupakan Pengundian dan Pengumuman Nomor Urut.
- 26 Oktober 2016-11 Februari 2017, merupakan Masa Kampanye dan Debat Publik.
- 12 Februari-14 Februari 2017, merupakan Masa Tenang.
- 15 Februari 2017, merupakan Pemungutan dan Penghitungan Suara.
- 16 Februari-27 Februari 2017, merupakan Rekapitulasi Suara.
- 8 Maret-10 Maret 2017, merupakan Penetapan Calon Terpilih Tanpa Sengketa.
Jelas Tjahjo, Contohnya pada calon untuk perseorangan sudah sesuai dengan jadwal yang telah dibuat dan tepat sesuai waktunya. Dari delapan calon perseorangan yang mengajukan telah diklarifikasi dengan hasil semuanya batal karena tidak dapat memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Saat ini pihak KPU sedang menanti untuk pendaftaran cagub dari partai politik. Dengan demikian pelaksanaan pilkada serentak tahun 2017 dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, Ujarnya dengan penuh optimistis. Sumber dari kendaripos.fajar.co.id.
03:45
PILKADA
,
Pilkada Daerah
Sosialisasi Pilkada Ke Ormas dan Kampus Oleh Bawaslu DKI Kian Gencar
Unknown
Pilihan-pilkada - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk DKI Jakarta kian gencar dalam kegiatan sosialisasi, agar kelak dapat meminimalisir kecurangan yang terjadi pada saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tahun 2017. Hal ini pula diungkapkan oleh Muhammad Jufri selaku Koordinator Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta yakni dalam sosialisasi itu terdapat sangkut paut pencegahan terhadap kecurangan pilkada serta bagi partisasi pengawasan saat pilkada dilaksanakan.
Jufri pun melakukan kegiatan Car Free Day (CFD) di jalan Thamrin, Jakpus, hari minggu (14/08/16), berkata bahwa kami akan melakukan sosialisasi untuk kampus-kampus, ormas serta masyarakat. Sehingga terdapat tahapan yang akan kami laksanakan untuk sosialisasi. Hal ini di lakukan hingga Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 berakhir.
Kilas balik terhadap pilkada kebelakang, Jufri memprediksikan akan terdapat banyak komplain ketika PPDP mulai turun dalam mendata warga yang turut serta dalam pemilihan.
Namun hingga kini pihaknya belum menerima laporan tentang adanya pelanggaran yang terkait dengan pencalonan ataupun pemuktakhiran bagi data pemilih. Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) belum terjun langsung mendatangi warga. Pilkada untuk DKI sendiri akan digelar pada tanggal 15 Februari 2017. Telah terdapat banyak figur yang sedang hangat sebagai contoh Ahok dan Sandiaga Uni yang sudah mendapat dukungan dari beberapa partai politik untuk bertanding dalam perebutan pilkada nanti. Sumber megapolitan.kompas.com
01:08
PILKADA
,
Pilkada Daerah
Pilkada DKI Bisa Menjadi Tolak Ukur Pilpres Tahun 2019
Unknown
Pilihan-pilkada - Hendri Satrio selaku pengamat politik Universitas Paramadina berpendapat bahwa Pilkada DKI bisa dijadikan tolak ukur Pilpres tahun 2019. Sebab Jakarta merupakan miniaturnya negeri Indonesia, maka dari itu balon gubernur DKI bisa menentukan calon presiden nantinya.
salah satu contoh real yang telah terbukti adalah Joko Widodo yang semula menjabat gubernur DKI bisa maju dengan lancar menduduki kursi jabatan sebagai presiden. Maka tak perlu ragu kembali bila partai politik sangat menyeleksi dalam memilah dan memilih kader terbaik untuk diposisikan di DKI.
Hendri berkata dalam diskusi di Cikini, Jakarta pada hari sabtu (13/8/16), Mulanya dari Pak Joko Widodo. Kemudian diliat oleh Parpol dapat dijadikan sebagai ukuran untuk Pilpres tahun 2019.
Ketua Pemenangan Pemilu PKS Agung Sutiarso mengharapkan terdapat calon yang dapat menandingi populeritas Basuki Tjahja Purnama sebagai calon petahana. Pendapat Agung bahwa figure Tri Rismaharini sebagai Walikota Surabaya merupakan orang yang pantas untuk dapat menyaingi Basuki Tjahja Purnama dalam Pilkada DKI tahun 2017.
DKI Jakarta mempunyai APBD yang sangat besar, daerahnyapun cukup luas dan merupakan pusat pemerintahan. Bila dapat memimpin DKI Jakarta maka bisa sebagai pengukur dalam memimpin negara, ungkap Agung. Sumber republika.co.id
04:05
PILKADA
,
Pilkada Daerah
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)



